Tahun ini, alhamdulillah aku telah
menginjak usiaku yang ke-17 tahun. Di Indonesia, ulang tahun yang ke-17 itu
dianggap special. Jujur, aku kurang tahu alasannya. Mungkin, karena sudah
dianggap dewasa. Namun, walaupun belum mendapatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk)
Indonesia, tahun ini aku telah mendapatkan KTP
Jepang-ku terlebih dulu. Ulang tahunku
ini tetap berkesan dengan perayaan kecil-kecilan dari teman-teman sekelas dan Host Family-ku. Aku juga senang sekali
atas ucapan selamat serta doa dari keluarga serta teman-teman di Indonesia yang
mereka kirimkan. Jujur, aku masih tak percaya. Aku sudah sebesar ini. Aku telah
meniup lilin ulang tahun ke-17 ku di “Negeri Terbit Matahari,” Jepang.
Kebahagiaanku berlipat ganda
dengan datangnya bulan suci Ramadhan pada tanggal 21 Juli 2012. Awalnya, memang
sempat kewalahan mencari info kapan tepatnya 1 Ramadhan 1431 Hijriah. Bahkan,
hingga mendekati perkiraan tanggal 1 Ramadhan, aku masih belum mendapatkan
jadwal imsakkiyah. Akhirnya, pada tanggal 19 Agustus 2012, aku telah
mendapatkan seluruh data yang kuperlukan. Termasuk, lokasi masjid terdekat. Awal
bulan puasa terasa lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, orang
tuaku membangunkan sahur, tahun ini aku harus bisa bangun sendiri dan sahur
sendiri. Tetapi, aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tetap kuat dan
semangat. Lagipula, aku tak sepenuhnya sendirian. Teman-teman pertukaran
pelajar yang beragama Islam pun sama berjuangnya. Pada tanggal 27 Juli 2012,
aku tak lagi harus shalat Tarawih sendirian. Di Masjid Yoyogi Uehara,
Shibuya-ku, Tokyo-to aku bertemu dengan ketiga muslimah Indonesia serta umat
Islam dari berbagai Negara. Benar-benar bersyukur aku atas izin Allah untukku
beribadah di sana. Kebaikkan Host Family-ku yang telah mengijinkan dan bahkan
mengantarkanku ke lokasi masjid takkan terlupakan. Perjalanan satu setengah jam
lamanya untuk sekali perjalanan dengan kereta lokal, tak menghalangi niatku pergi.
Aku hanya tak ingin kehilangan atmosfer Ramadhan tahun ini.
Bulan Juli berlalu begitu cepat
hingga sadar aku, bulan Agustus telah tiba. Inilah bulan pucak kesempatanku
menikmati musim panas di Jepang. Pada tanggal 1 Agustus 2012, Host Family mengajakku ke festival
musim panas (夏祭り= Natsu Matsuri) pertamaku, “The
27th Kanagawa Shinbun Firework Festival” di kawasan Minato Mirai,
Yokohama-shi, Kanagawa-ken. Festival kembang api yang megah dan indah itu
berlangsung sekitar tiga jam. Alhamdulillah, setelah berkesempatan mengenakan
Kimono pada musim semi lalu, di festival musim panas ini aku bisa mengenakan
Yukata pemberian sahabat Host Family-ku.
Sungguh, Kota Yokohama malam itu sangat indah dan tentu saja ramai bukan main.
Kenangan musim panas lainnya yaitu
acara “Fuji Summer Camp 2012” yang diselenggarakan oleh AFS pada tanggal 5
hingga 8 Agustus 2012 di Gotenba-shi, Shizuoka-ken. Peserta Summer Camp terdiri dari 11 orang Exchange Student dari 10 negara berbeda,
18 orang Student Volunteer, dan 50
orang pelajar Jepang. Kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat ini tetap aku
jalani dengan meneruskan ibadah puasaku. Rasa hausku terbayar dengan kehadiran
orang-orang yang selalu menyemangatiku serta panorama indah Gunung Fuji di
depan mata. Beberapa Student Volunteer
bahkan menemaniu berbuka puasa, karena jadwal makan malam sebenarnya satu jam
lebih awal dari waktu berbuka. Mereka juga tak bosan bertanya tentang kehidupan
Islam kepadaku yang dengan senang hati kuceritakan. Waktu 4 hari 3 malam terasa
melayang. Namun, perasaan beruntung bisa menjadi bagian acara ini patut
disyukuri. Hingga saat ini, kami peserta Fuji Summer Camp 2012 masih sering
berkomunikasi dan bahkan sempat bertemu lagi sekadar acara jalan-jalan dan
masak bersama.
Pada tanggal 14 Agustus 2012, aku
dan salah seorang teman sekolahku pergi karaoke ke kawasan Fujisawa-shi. Iseng
coba-coba karaoke lagu-lagu berbahasa Jepang selama tiga jam lamanya, lalu
pergi ke purikura (photo box), dan pulang. Nah, tanggal 15 Agustus 2012 ini,
aku dan kedua temanku benar-benar jadi Bolang
(Bocah Petualang) menjelajahi Tokyo-to di kawasan Oshiage, Roponggi, dan
Ginza. Akhirnya, aku bisa melihat kedua ikon
tersohor Kota Tokyo, Tokyo Sky Tree dan Tokyo Tower secara terpisah dan
bersamaan. Saat di Oshiage, Tokyo Sky Tree terlihat sangat jelas dari kaki
hingga puncaknya. Walaupun hanya menikmati dari luar, aku sudah merasa puas dan
beruntung bisa sampai di sana. Ketika di Roponggi, yang pertama terlihat hanya
Tokyo Sky Tree. Tetapi, ketika sudah berada di lantai ke-54 Roponggi Hills Sky
Deck, tak hanya kedua tower yang terlihat. Nyaris seantero Tokyo terlihat jelas
dari tempatku berdiri saat itu.
Selain acara jalan-jalan, liburan
musim panas banyak kuisi dengan berbagai kegiatan positif lainnya. Rawaran
acara AFS pun memenuhi jadwalku.
International Kodomo Speech Contest (Kontes Pidato Anak Internasional),
misalnya. Bersama Student Exchange
lainnya, aku mebantu anak-anak Jepang berbahasa Inggris. Untuk kesekian
kalinya, kami pun diminta memperkenalkan budaya Negara masing-masing dengan
cara presentasi. Pada acara puncak, aku dan salah seorang Student Exchange lainnya, diminta berpidato dalam bahasa Inggris
dan Jepang mengenai “Hal-hal yang Mengejutkan Sejak Kedatanganmu di Jepang.”
Kami juga diwawancarai oleh Mr. Robert Federrman seorang pembicara terkenal
asal Amerika yang fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Beliau pun seringkali
tampil di berbagai stasiun televisi di Jepang.
Setelah rangkaian kesibukkanku di
bulan Ramadhan, akhirnya Hari Raya Idul Fitri yang dinanti tiba juga. Pada
tanggal 19 Agustus 2012, dengan berpakaian serba putih, aku nekat ke kawasan
Meguro-ku, Tokyo-to sendirian. Atas izin Allah, akhirnya aku bertemu robongan
Ikatan Perawat Indonesia di stasiun Yokohama yang akhirnya langsung akrab dan
pergi bersama. Secara tak sengaja, aku bahkan bertemu seorang alumni SMA-ku di
Indonesia. Setelah shalat Id, kami langsung berjalan kaki menuju KBRI (Kedutaan
Besar Republik Indonesia) selama 20 menit untuk ikut acara Open House. Sempat tercengang sendiri, aku benar-benar melihat
ketupat ketupat dan opor ayam di Jepang. Aku seringkali lupa di mana aku
berada. Lagi-lagi tercengang saat melihat kue pastel dan lapis legit. Yaa
Allah, aku merasa di rumah. Saat malam hari, aku baru sempat menelepon keluarga
di Indonesia dengan meminjam telepon rumah Host
Family-ku untuk pertama kalinya sejak kedatanganku di Jepang. Bahagia
sekali bisa mendengar suara mereka, keluarga besarku. Walaupun tak semua dan
dengan durasi 15 menit. Sungguh, hari itu hatiku tentram penuh rasa syukur.
Sebagai hadiah Hari Lebaran, Host Family mengajakku pergi berlibur 3 hari 2
malam ke Hiroshima, Miyajima, Naoshima, dan Okayama dengan menaikki Shinkansen.
Lagi-lagi, aku patut bersyukur kepada Allah.SWT.
Bulan September telah tiba.
Kira-kira setengah perjalanan program sudah kulewati. Aku mulai terbiasa dengan
kehidupanku di Jepang. Jujur, saat ini aku lebih nyaman menggunakan bahasa
Jepang ketika berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Aku selalu melatih bahasa
Jepang-ku dengan menambah kosakata-kosakata baru dan tak lupa tetap berlatih
huruf Kanji. Seringkali aku dikoreksi Host
Family dan teman-teman sekolahku bilamana ada penggunaan tata bahasa yang
kurang tepat atau salah pelafalan. Namun, dengan cara itu aku bisa cepat tahu
letak kesalahanku dan efektif membantu proses belajarku. Belajar bahasa Jepang
pun jadi menyenangkan sambil menonton siaran televisi. Misalnya berita, variety show, dan musik. Subtitle acara yang ditampilkan dapat
mebantu perbendaharaan kata kan huruf Kanji-ku. Proses belajarku di sekolah
juga sudah meningkat. Walaupun kemampuan menyerap pelajaran dalam bahasa jepang
belum sepenuhnya sempurna, setidaknya aku mulai mengerti topik pelajaran yang
sedang dibahas. Beberapa ulangan harian juga aku ikuti walau hasilnya tak
selalu memuaskan. Namun, tugas-tugas harian dan tugas musim panas juga aku
kerjakan dibantu dengan Host Family-ku
menerjemahkan huruf Kanji yang tidak aku ketahui.
Tiba sudah di penguhujung liburan
musim panasku. Kembali ke rutinitas semula sebagai pelajar SMA di Jepang. Musim
panas akan segera berganti musim gugur. Salah satu mimpiku akan segera terwujud
di awal musim gugur tahun ini. Konser grup JPop (Japanese Pop) favoritku, Hey! Say!
JUMP pada tanggal 23 September 2012 mendatang, di Kyou Sera Dome, Osaka-shi
akan aku tonton. Tak akan tiket konser ini sampai di tangan kalau bukan karena
izin Allah melalui Host Family-ku. Aku
jujur kaget, karena secara diam-diam Host Father-ku mencarikan tiket konser
untukku. Beliau bahkan mengirimkan Surat Permohonan kepada Johnny’s
Entertainment yang menerangkan bahwa seorang
siswi pertukaran pelajar dari Indonesia sangat ingin menonton konser grup
favoritnya, Hey! Say! JUMP dan mohon untuk diberi kesempatan menonton.
beliau baru menerangkan ketika tiket sudah sampai di rumah melalui jasa pos.
Bahkan, ternyata permohonan beliau sempat ditolak dan baru berhasil ketika mencoba
lagi. Air mata bahagiaku tumpah ruah penuh rasa haru dan terima kasih. Bagaimana lagi aku bisa membalas kebaikan
mereka?
Sekian cerita musim panasku di
Jepang. Musim panas pertama dan terindah, hadiah ulang tahunku yang ke-17.
Alhamdulillah Yaa Allah. Untuk AFS dan seluruh pihak yang mendukung, terima
kasih karena telah membantu mewujudkan mimpi-mimpiku.
No comments:
Post a Comment