Total Pageviews

Thursday, September 20, 2012

Musim Panas, Hadiah Terindah Ulang Tahunku

      Yang dinanti akhirnya tiba juga, musim panas. Sekolahku mulai libur pada tanggal 21 Juli 2012 hingga 2 September 2012. Kira-kira satu setengah bulan lamanya aku bisa rehat dari segala macam urusan sekolah. Rasanya, ini adalah hari libur terpanjang selama masa sekolahku. Tentu saja, banyak hal yang aku nantikan di musim panas pertamaku. Salah satunya, hari ulang tahunku.
      Tahun ini, alhamdulillah aku telah menginjak usiaku yang ke-17 tahun. Di Indonesia, ulang tahun yang ke-17 itu dianggap special. Jujur, aku kurang tahu alasannya. Mungkin, karena sudah dianggap dewasa. Namun, walaupun belum mendapatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Indonesia, tahun ini aku telah mendapatkan KTP Jepang-ku terlebih dulu. Ulang tahunku ini tetap berkesan dengan perayaan kecil-kecilan dari teman-teman sekelas dan Host Family-ku. Aku juga senang sekali atas ucapan selamat serta doa dari keluarga serta teman-teman di Indonesia yang mereka kirimkan. Jujur, aku masih tak percaya. Aku sudah sebesar ini. Aku telah meniup lilin ulang tahun ke-17 ku di “Negeri Terbit Matahari,” Jepang.
    Kebahagiaanku berlipat ganda dengan datangnya bulan suci Ramadhan pada tanggal 21 Juli 2012. Awalnya, memang sempat kewalahan mencari info kapan tepatnya 1 Ramadhan 1431 Hijriah. Bahkan, hingga mendekati perkiraan tanggal 1 Ramadhan, aku masih belum mendapatkan jadwal imsakkiyah. Akhirnya, pada tanggal 19 Agustus 2012, aku telah mendapatkan seluruh data yang kuperlukan. Termasuk, lokasi masjid terdekat. Awal bulan puasa terasa lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, orang tuaku membangunkan sahur, tahun ini aku harus bisa bangun sendiri dan sahur sendiri. Tetapi, aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tetap kuat dan semangat. Lagipula, aku tak sepenuhnya sendirian. Teman-teman pertukaran pelajar yang beragama Islam pun sama berjuangnya. Pada tanggal 27 Juli 2012, aku tak lagi harus shalat Tarawih sendirian. Di Masjid Yoyogi Uehara, Shibuya-ku, Tokyo-to aku bertemu dengan ketiga muslimah Indonesia serta umat Islam dari berbagai Negara. Benar-benar bersyukur aku atas izin Allah untukku beribadah di sana. Kebaikkan Host Family-ku yang telah mengijinkan dan bahkan mengantarkanku ke lokasi masjid takkan terlupakan. Perjalanan satu setengah jam lamanya untuk sekali perjalanan dengan kereta lokal, tak menghalangi niatku pergi. Aku hanya tak ingin kehilangan atmosfer Ramadhan tahun ini.
   Bulan Juli berlalu begitu cepat hingga sadar aku, bulan Agustus telah tiba. Inilah bulan pucak kesempatanku menikmati musim panas di Jepang. Pada tanggal 1 Agustus 2012, Host Family mengajakku ke festival musim panas (夏祭り= Natsu Matsuri) pertamaku, “The 27th Kanagawa Shinbun Firework Festival” di kawasan Minato Mirai, Yokohama-shi, Kanagawa-ken. Festival kembang api yang megah dan indah itu berlangsung sekitar tiga jam. Alhamdulillah, setelah berkesempatan mengenakan Kimono pada musim semi lalu, di festival musim panas ini aku bisa mengenakan Yukata pemberian sahabat Host Family-ku. Sungguh, Kota Yokohama malam itu sangat indah dan tentu saja ramai bukan main.

   Kenangan musim panas lainnya yaitu acara “Fuji Summer Camp 2012” yang diselenggarakan oleh AFS pada tanggal 5 hingga 8 Agustus 2012 di Gotenba-shi, Shizuoka-ken. Peserta Summer Camp terdiri dari 11 orang Exchange Student dari 10 negara berbeda, 18 orang Student Volunteer, dan 50 orang pelajar Jepang. Kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat ini tetap aku jalani dengan meneruskan ibadah puasaku. Rasa hausku terbayar dengan kehadiran orang-orang yang selalu menyemangatiku serta panorama indah Gunung Fuji di depan mata. Beberapa Student Volunteer bahkan menemaniu berbuka puasa, karena jadwal makan malam sebenarnya satu jam lebih awal dari waktu berbuka. Mereka juga tak bosan bertanya tentang kehidupan Islam kepadaku yang dengan senang hati kuceritakan. Waktu 4 hari 3 malam terasa melayang. Namun, perasaan beruntung bisa menjadi bagian acara ini patut disyukuri. Hingga saat ini, kami peserta Fuji Summer Camp 2012 masih sering berkomunikasi dan bahkan sempat bertemu lagi sekadar acara jalan-jalan dan masak bersama.
        Pada tanggal 14 Agustus 2012, aku dan salah seorang teman sekolahku pergi karaoke ke kawasan Fujisawa-shi. Iseng coba-coba karaoke lagu-lagu berbahasa Jepang selama tiga jam lamanya, lalu pergi ke purikura (photo box), dan pulang. Nah, tanggal 15 Agustus 2012 ini, aku dan kedua temanku benar-benar jadi Bolang (Bocah Petualang) menjelajahi Tokyo-to di kawasan Oshiage, Roponggi, dan Ginza.  Akhirnya, aku bisa melihat kedua ikon tersohor Kota Tokyo, Tokyo Sky Tree dan Tokyo Tower secara terpisah dan bersamaan. Saat di Oshiage, Tokyo Sky Tree terlihat sangat jelas dari kaki hingga puncaknya. Walaupun hanya menikmati dari luar, aku sudah merasa puas dan beruntung bisa sampai di sana. Ketika di Roponggi, yang pertama terlihat hanya Tokyo Sky Tree. Tetapi, ketika sudah berada di lantai ke-54 Roponggi Hills Sky Deck, tak hanya kedua tower yang terlihat. Nyaris seantero Tokyo terlihat jelas dari tempatku berdiri saat itu.
        Selain acara jalan-jalan, liburan musim panas banyak kuisi dengan berbagai kegiatan positif lainnya. Rawaran acara AFS pun memenuhi jadwalku.  International Kodomo Speech Contest (Kontes Pidato Anak Internasional), misalnya. Bersama Student Exchange lainnya, aku mebantu anak-anak Jepang berbahasa Inggris. Untuk kesekian kalinya, kami pun diminta memperkenalkan budaya Negara masing-masing dengan cara presentasi. Pada acara puncak, aku dan salah seorang Student Exchange lainnya, diminta berpidato dalam bahasa Inggris dan Jepang mengenai “Hal-hal yang Mengejutkan Sejak Kedatanganmu di Jepang.” Kami juga diwawancarai oleh Mr. Robert Federrman seorang pembicara terkenal asal Amerika yang fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Beliau pun seringkali tampil di berbagai stasiun televisi di Jepang.
        Setelah rangkaian kesibukkanku di bulan Ramadhan, akhirnya Hari Raya Idul Fitri yang dinanti tiba juga. Pada tanggal 19 Agustus 2012, dengan berpakaian serba putih, aku nekat ke kawasan Meguro-ku, Tokyo-to sendirian. Atas izin Allah, akhirnya aku bertemu robongan Ikatan Perawat Indonesia di stasiun Yokohama yang akhirnya langsung akrab dan pergi bersama. Secara tak sengaja, aku bahkan bertemu seorang alumni SMA-ku di Indonesia. Setelah shalat Id, kami langsung berjalan kaki menuju KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) selama 20 menit untuk ikut acara Open House. Sempat tercengang sendiri, aku benar-benar melihat ketupat ketupat dan opor ayam di Jepang. Aku seringkali lupa di mana aku berada. Lagi-lagi tercengang saat melihat kue pastel dan lapis legit. Yaa Allah, aku merasa di rumah. Saat malam hari, aku baru sempat menelepon keluarga di Indonesia dengan meminjam telepon rumah Host Family-ku untuk pertama kalinya sejak kedatanganku di Jepang. Bahagia sekali bisa mendengar suara mereka, keluarga besarku. Walaupun tak semua dan dengan durasi 15 menit. Sungguh, hari itu hatiku tentram penuh rasa syukur. Sebagai hadiah Hari Lebaran, Host Family mengajakku pergi berlibur 3 hari 2 malam ke Hiroshima, Miyajima, Naoshima, dan Okayama dengan menaikki Shinkansen. Lagi-lagi, aku patut bersyukur kepada Allah.SWT.
         Bulan September telah tiba. Kira-kira setengah perjalanan program sudah kulewati. Aku mulai terbiasa dengan kehidupanku di Jepang. Jujur, saat ini aku lebih nyaman menggunakan bahasa Jepang ketika berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Aku selalu melatih bahasa Jepang-ku dengan menambah kosakata-kosakata baru dan tak lupa tetap berlatih huruf Kanji. Seringkali aku dikoreksi Host Family dan teman-teman sekolahku bilamana ada penggunaan tata bahasa yang kurang tepat atau salah pelafalan. Namun, dengan cara itu aku bisa cepat tahu letak kesalahanku dan efektif membantu proses belajarku. Belajar bahasa Jepang pun jadi menyenangkan sambil menonton siaran televisi. Misalnya berita, variety show, dan musik. Subtitle acara yang ditampilkan dapat mebantu perbendaharaan kata kan huruf Kanji-ku. Proses belajarku di sekolah juga sudah meningkat. Walaupun kemampuan menyerap pelajaran dalam bahasa jepang belum sepenuhnya sempurna, setidaknya aku mulai mengerti topik pelajaran yang sedang dibahas. Beberapa ulangan harian juga aku ikuti walau hasilnya tak selalu memuaskan. Namun, tugas-tugas harian dan tugas musim panas juga aku kerjakan dibantu dengan Host Family-ku menerjemahkan huruf Kanji yang tidak aku ketahui.
        Tiba sudah di penguhujung liburan musim panasku. Kembali ke rutinitas semula sebagai pelajar SMA di Jepang. Musim panas akan segera berganti musim gugur. Salah satu mimpiku akan segera terwujud di awal musim gugur tahun ini. Konser grup JPop (Japanese Pop) favoritku, Hey! Say! JUMP pada tanggal 23 September 2012 mendatang, di Kyou Sera Dome, Osaka-shi akan aku tonton. Tak akan tiket konser ini sampai di tangan kalau bukan karena izin Allah melalui Host Family-ku. Aku jujur kaget, karena secara diam-diam Host Father-ku mencarikan tiket konser untukku. Beliau bahkan mengirimkan Surat Permohonan kepada Johnny’s Entertainment yang menerangkan bahwa seorang siswi pertukaran pelajar dari Indonesia sangat ingin menonton konser grup favoritnya, Hey! Say! JUMP dan mohon untuk diberi kesempatan menonton. beliau baru menerangkan ketika tiket sudah sampai di rumah melalui jasa pos. Bahkan, ternyata permohonan beliau sempat ditolak dan baru berhasil ketika mencoba lagi. Air mata bahagiaku tumpah ruah penuh rasa haru dan terima kasih. Bagaimana lagi aku bisa membalas kebaikan mereka?
         Sekian cerita musim panasku di Jepang. Musim panas pertama dan terindah, hadiah ulang tahunku yang ke-17. Alhamdulillah Yaa Allah. Untuk AFS dan seluruh pihak yang mendukung, terima kasih karena telah membantu mewujudkan mimpi-mimpiku.